Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Wednesday, March 6, 2013

Bumi Perkemahan Cikole


Bumi Perkemahan Cikole, Lembang

Bumi Perkamahan Cikole berfungsi sebagai wahana wisata harian warga Bandung maupun wisatawan dari luar kota.Lokasi ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk berkemah yang areanya mampu menampung sampai 50 unit kemah. Alamnya yang indah dan elok dipadu dengan suasana hutan berbukit menjadikan lokasi ini banyak dicari sensasinya terutama oleh para pecinta alam.

Kawasan hutan di Bumi Perkemahan Cikole ini memiliki luas lebih kurang 10 ha. Hutan ini tadinya dijadikan tempat produksi pohon pinus namun kemudian dikembangkan menjadi bumi perkemahan. Meski sempat dijadikan sebagai lokasi produksi pohon pinus namun ternyata bukan hanya pohon pinus yang mampu berkembang dan tumbuh dengan baik, namun juga terdapat pohon agathis dan kaliandra.


Wana wisata Bumi Perkemahan Cikole terdiri dari hutan alam dan tanaman campuran sebagaimana disebutkan tadi. Sumber air yang ada di hutan ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung. Dari segi kawasan, ada potensi visual lanskap yang menarik yakni hutan alam, hutan pegunungan, dan juga pegunungan dengan udaranya yang sejuk.

Untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang berkunjung juga yang bertujuan berkemah, Cikole Endah memiliki fasilitas yang cukup lengkap, diantaranya adalah adanya pagar pengaman, jalan setapak, shelter, gardu jaga, jembatan, tempat parkiran, loket karcis, musholla, rumah petugas/penjaga hutan, mesin disel, dsb. Jadi, pengunjung tak mesti bingung ketika hendak ke Cikole karena fasilitas yang tersedia lumayan bisa diandalkan.

Wana wisata ini bisa dicapai dari Lembang yang berjarak sekitar 17 km, dari Cimahi jaraknya 23 km atau dari Kabupaten/Kodya Bandung 25 km.

Spirit Camp


Spirit Camp

Di objek wisata Spirit Camp ini anak Anda bisa mencoba beragam aktiftas diluar ruangan yang sejatinya jarang dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang karena di dalam rumah pun mereka rata-rata sudah dimanjakan dengan permainan berbasis teknologi seperti play station, komputer, dsb. Ada banyak arena permainan yang bisa dicoba seperti ayunan, jungkat jungkit, tiang panjat, meniti bambu.

Di lokasi ini juga ada kebun binatang dalam ukurannya yang mini sehingga memungkinkan keluarga bisa melihat-lihat koleksi binatang yang ada di kebun tersebut. Berita baiknya, untuk memasuki area kebun binatang ini pengunjung tidak dipungut biaya lagi. Selain melihat-lihat binatang, pengunjung juga bisa sekalian melihat tanaman yang dibudidayakan disana seperti stroberi, tanaman hidroponik, dan lain – lain.

Bahkan kita juga dapat membeli buah, sayuran bahkan telur. Terdapat beberapa saung (gazebo), sehingga keluarga dapat bersantai, sementara anak-anak bermain di lapangan. Pada hari Minggu atau libur, Spirit Camp buka dari jam 10 sampai sore, sedangkan pada hari biasa sepertinya lebih banyak menerima rombongan sekolah saja.

Jl. Sersan Bajuri KM 4,5 Lembang – Bandung. Telp : 022-70725364. Kemudian pindah ke Padepokan Karang Tumaritis yang tak seberapa jauhnya dari lokasinya yang semula.

Taman Bunga Cihideung


Taman Bunga Cihideung

Taman bunga memang sangat indah. Bagi mereka penyuka bunga, dengan berada di tengah-tengah taman bunga akan merasakan sensasi yang tiada duanya: bak di surga. Nah, Cihideung memiliki taman bunga yang lumayan lengkap koleksinya sehingga sangat dianjurkan untuk dikunjungi. Dahsyat, karena selain Cihideung memiliki keindahan alam yang memukau juga kini memiliki area yang khusus diperuntukkan bagi pembibitan dan pemeliharaan tanaman hias.

Nyaris di Cihideung di setiap pekarangan rumah-rumah penduduknya tak ada lahan yang menganggur. Persis di depan rumah mereka selalu ada polybag-polybag berisi tanaman hias. Memang bisa dibilang wajar mengingat hampir 80% penduduk di Cihideung ini memilih profesi sebagai petani bunga baik bunga potong maupun bunga tanaman hias. Sebagian besar menanam tanaman hias yang dipasarkan di seantero negeri, terutama untuk kota besar terdekatnya seperti Bandung dan Jakarta.


Cihideung juga merupakan surganya para pemburu dan penyuka bunga dan tanaman hias. Biasanya banyak kontraktor yang memborong tanaman hias dari petaninya langsung dengan petimbangan harganya yang miring. Sama halnya dengan dekorator ruang pernikahan dimana menjadikan para petani di lokasi ini sebagai klien penting untuk memesan bunga yang menjadi elemen vitalnya.

Bandung memiliki kawasan jual tanaman hias di Taman Cibeunying (dekat Cilaki-Cisangkuy). Di Tegallega, Sarijadi, Ujungberung, Jalan Soekarno Hatta-Buahbatu, Kiaracondong, Kopo, dan banyak lagi. Sementara untuk pasar bunga potong, beberapa tempat seperti di Jalan Wastukencana, Astanaanyar, Jalan Pandu dan pasar kembang tikungan Jalan Palasari Bandung, sudah banyak dikenal.

Lokasi Taman Bunga Cihideung berada sekitar 4,7 kilometer dari tikungan Jalan Setiabudi-Sersan Bajuri dengan ketinggian sekitar 1.100 meter diatas permukaan laut (dpl).

Hutan Jayagiri



 Hutan Jayagiri

Bagi Anda yang sukanya berpetualang, Hutan Jayagiri yang berada di selatan kota Bandung patut dijadikan sebagai referensi untuk berpetualang Anda.Lokasi Hutan Jayagiri tak jauh dari wisata lainnya yang terkenal di Bandung, Gunung Tangkuban Perahu. Wana wisata ini memiliki luas kurang lebih 10 hektar.
Hutan Jayagiri merupakan hutan lintas alam yang biasanya digunakan oleh para pecinta alam untuk mendaki gunung, menelusuri hutan atau sekadar piknik melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari yang membosankan. Yang menarik dari Hutan Jayagiri ini adalah hutan alam yang indah, udara yang bersih dan segar dan adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Hutan Jayagiri sendiri merupakan hutan wisata yang memiliki konfigurasi kontur tofografi yang bergelombang dengan kemiringan lintasan hiking berkisar antara 5o hingga 45o di beberapa titik, sangat bervariasi. Wana wisata ini terletak di ketinggian 1.250 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan curah hujan 2.700 mm/tahunnya. Lintasan treking di kawasan hutan ini didominasi oleh rapatnya jajaran Pinus (Pinus merkusii) dan Puspa (Schima walichii), fakta ini juga didukung oleh pencitraan satelit dari Digital Globe tahun 2009.


Untuk masuk ke Hutan Jayagiri pengunjung mesti membayar tiket masuk (plus asuransi dari perhutani) Rp. 2.000, parkir kendaraan roda dua Rp.1.000, dan penitipan helmet Rp. 500. ± 150 m setelah portal Jayagiri, tanjakan mulai terlihat. 5 menit kemudian, kita akan menemukan 2 rute hiking, rute kiri adalah jalur pipa air dari mata air Jayagiri, relatif “agak landai”. Dan rute kanan (klasik) dengan banyaknya trap-trap tanjakan (mirip tanjakan kuburan kuda di gunung Ciremai) yang bikin dengkul dan paru-paru bekerja ekstra keras.

wisata Jayagiri ini mudah sekali ditemukan karena lokasinya berdekatan dengan objek wisata lain, Tangkuban Perahu.Berada di Bandung Selatan yang bisa dicapai dari Kecamatan Lembang dengan jarak 2 km, dari Cimahi sekitar 17 km, dan dari Kota Bandung sendiri lebih kurang 17 km.

Curug Dago


Curug Dago

Curug Dago berada pada ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut (dpl). Tingginya mencapai 30 meter. Konon, selain pengunjung bisa menikmati panorama keindahan curug dan alam di sekitarnya, juga bisa melacak jejak-jejak KerajaanThailand. Karena tak jauh bdari lokasi air terjun ada dua prasasti yang sarat dengan nilai sejarah peninggalan tahun 1818 M.

Kedua prasasti itu, kata ahli sejarah, merupakan peninggalan Raja Rama V dan Raja Rama VII yang pernah berkunjung ke Curug Dago. Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan roda dua dari PLTA Bengkok. Setelah mencapai PLTA Bengkok, terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan sisi kiri dan kanan jeram berbatu hitam. Suara gemuruhnya air terjun sudah bisa terdengar dari jarak kira-kira 200 meter.

Lebatnya dedaunan pohon yang menyelimuti hutan dan curug tersebut membuat sinar matahari sukar menembus ke dalam. Hanya mampu melewati celah-celah diantara rimbunnya dedaunan tersebut sehingga suasana didalam hutan menuju curug lumayan temaram. Semakin jauh masuk ke dalam hutan, berarti semakin dekat ke Curug Dago, maka suaranya pun kian terdengar nyaring.

Kendati letaknya tersembunyi, namun Curug Dago bisa dibilang sangat dekat dengan akses jalan utama, dan terminal Dago. Namun kondisinya sangat berbeda jauh dengan Taman Budaya Propinsi Jawa Barat (Dago Tea House) yang selalu ramai didatangi orang. Padahal antara Dago Tea House dan Curug Dago letaknya juga berdekatan.

Alun-alun Bandung


Alun-alun Bandung

Ketika Anda berkunjung ke alun-alun Kota Bandung, ada lokasi lain yang juga bisa dijadikan tempat wisata seperti Mesjid Raya Bandung sendiri, Kantor Pos Bandung yang merupakan kantor Pusat Layanan Pos Bandung dan masih berdiri kokoh dengan usianya yang sudah mencapai 81 tahun (1928), Pasar Baru Bandung, Museum Sri Baduga Bandung, Monumen Bandung Lautan Api, Braga Bandung, Gedung Merdeka dan masih banyak lagi.

Alun-alun Kota Bandung ini memungkinkan Anda untuk melihat pemandangan orang-orang yang berlalu-lalang dan berjualan yang biasanya memadati kawasan ini. Mereka tak henti dan tak lelah menawarkan barang dagangannya dengan harga yang lumayan terjangkau. Dijamin barang-barang yang ditawarkan tersebut sesuai dengan isi dompet Anda dan tak memberatkan.

Jika lapar, maka Anda tinggal pergi dan memilih berbagai menu yang diinginkan. Dari mulai jajanan ringan seperti bakso, siomay, es dawet, sampai makanan “berat” seperti nasi, sop, bubur, dsb. Alun-alun Kota Bandung akan tambah ramai ketika sore hari dan liburan sekolah maupun libur kantor. Lokasinya yang strategis tentu sangat layak untuk Anda kunjungi ketika ke Bandung untuk menghilangkan penat dan cuci mata.

Alun-alun dan Mesjid Raya Bandung ini terletak di Jl. Asia-Afrika. Berdekatan juga dengan objek wisata yang lainnya di Bandung seperti Monumen Bandung Lautan Api, Braga Bandung, Gedung Merdeka, dsb.

Gedung Sate


Gedung Sate

Bagi warga Bandung dan sekitarnya nama Gedung Sate tentu tak asing lagi di telinga mereka. Bandung memang lahir dengan kesejarahan yang mengitarinya. Termasuk salah satunya Gedung Sate yang bisa dijadikan sebagai manifestasi sejarah yang membentuk Bandung dan tak akan lekang dimakan usia. Gedung Sate ini berdiri kokoh sejak jaman kolonial Belanda.
Ciri khas Gedung Sate yakni berupa ornamen tusuk sate yang berada pada menara sentralnya.Ornamen tersebut tentunya telah menjadi penanda atau markah bagi tanah kota Bandung yang tidak saja terkenal di seantero Jawa Barat saja, melainkan sampai ke seluruh peslosok tanah air. Ciri khas Gedung Sate tersebut juga menjadi pertanda pada beberapa bangunan lain dan objek wisata di Jawa Barat.


Proses pembangunan itu melibatkan2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan China yang berasal dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).
Gedung Sate ini terletak di Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

Museum Pos Indonesia (Bandung)


Museum Pos Indonesia (Bandung)

Bagi pencinta museum yang sedang berlibur ke Bandung, tidak ada salahnya berkunjung ke Museum Pos Indonesia. Museum ini terletak satu areal dengan gedung sate, jadi cukup mudah dicari lokasinya. Seperti pada umumnya museum di kota Bandung, museum Pos Indonesia ini pun tiket masuknya gratis alias tidak dipungut bayaran.

Museum ini mulai dibangun sejak 27 Juli 1920 pada jaman Hindia Belanda dengan arsitek Ir. J . Berger dan Leutdsgebouwdienst. Mulai digunakan pada 1933 dengan nama museum Pos Telegrap dan Telepon. Sempat terbengkalai saat Perang Dunia II, namun setelah merdeka, pada 27 September 1983, museum ini diresmikan untuk umum oleh menteri Pariwisata dan Telekomunikasi, Achmad Tahir dengan nama Museum Pos dan Giro. Kemudian pada tanggal 20 Juni 1995 karena nama dan status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum Pos & Giro menjadi PT. Pos Indonesia, maka nama Museum Pos dan Giro juga ikut disesuaikan menjadi Museum Pos Indonesia.

Di dalam museum ini banyak tersimpan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah pos di Indonesia. Mulai dari aneka kotak surat, koleksi perangko, timbangan surat, pakaian pengantar surat, sepeda pak pos, dan bahkan set diorama pengantaran surat oleh pak pos yang disambut oleh masyarakat.

Mari ciptakan budaya cinta museum kepada anak-anak kita, agar mereka dapat menghargai sejarah dan menumbuhkan cinta pada bangsa ini.
Museum Pos Indonesia
Jl. Cilaki No. 73
Bandung
Telp : 022 – 4206195
Jam operasional : 09.00 – 16.00
Tiket masuk : gratis


Museum KAA (Bandung)


Museum KAA (Bandung)

Bangunan bergaya art deco ini kemungkinan besar sering kita lewati saat berlibur ke kota Bandung. Di gedung inilah pada 18-24 April 1955 menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika yang merupakan tonggak keberhasilan politik luar negeri Indonesia, dan merupakan cikal bakal Gerakan Non Blok.

Gedung tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1895, namun pada tahun 1926 direnovasi menjadi bentuk yang sekarang berdasarkan rancangan dari arsitek kebangsaan Belanda yang bernama Van Gallen Last dan CP. Wolft Schoemaker, yang menjadi Profesor di Techniche Hogeschool atau sekarang disebut Institut Teknologi Bandung (ITB).Dalam museum ini terdapat koleksi berupa diorama suasana sidang pembukaan Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka

tidak ada salahnya mampir sambil menjelaskan sejarah kepada anak-anak kita, sambil kita mengulang mata pelajaran kita dulu yang mungkin dulu tidak kita gemari. Mari tanamkan gerakan cinta sejarah dan museum kepada anak kita.




Museum Konferensi Asia Afrika (KAA)
Jl. Asia Afrika No. 65
Bandung
Telp. (022) 4233564, 4238031
Tiket masuk : GRATIS

Jam operasional :
Senin – Jumat pukul 08.00 – 15.00
Istirahat 12.00 – 13.00
Sabtu 08.00 – 12.00

De’Ranch


De’Ranch Lembang

De Ranch adalah salah satu tempat wisata alam di Bandung. Dikemas dengan konsep ala “koboi” lengkap dengan wisata berkudanya. Di tempat ini, banyak banget permainan outbound untuk anak-anak maupun untuk dewasa. Selain itu, kita juga bisa melihat sapi-sapi yang siap diperah susunya. 

Bukan Bandung namanya kalau tidak kreatif dalam membuat tempat wisata keluarga. De’ Ranch adalah salah satu alternatif tempat wisata untuk keluarga, yang mengedepankan nuansa a’la peternakan di Amrik sana, atau lebih dikenal dengan istilah koboi. Tema yang diambil adalah Food, Leisure, Knowledge. Lokasi De Ranch adalah di daerah Lembang arah menuju Maribaya sekitar 200m dari pertigaan pasar Lembang, sangat dekat dengan Hotel Yehezkiel, Tahu Tauhid II, cukup mudah ditemukan, tempat parkir pun cukup luas.

Untuk masuk ke area ini, dikenakan biaya masuk Rp 5.000 / orang (Maret 2010), tapi tiket tersebut dapat ditukarkan dengan segelas susu. Begitu masuk, maka resto yang bernama Pelana Hall sudah menanti dengan berbagai menu yang menggugah selera. Dari menu Amerika seperti Sosis, pizza sampai menu lokal seperti karedok, lotek dan sate. Di resto ini juga kita menukarkan tiket dengan susu gratis. Karena suasana nya sejuk, maka Ada bermacam2 rasa susu, seperti coklat, mocca, pisang, dll. Slurrpp, segar.. Toilet tersedia tanpa dipungut biaya, dan kondisinya cukup bersih.

De’ Ranch
Jl Maribaya No. 17
Lembang Bandung
Telp : 022 70840661, 2785865
HTM : Rp 5.000
Hari Senin tutup

Taman Lalu Lintas


Taman Lalu Lintas

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution adalah tempat yang tepat bagi anak untuk belajar kelalulintasan. Di taman yang sejuk dan nyaman ini, anak-anak akan menikmati berkendaraan dengan sepeda atau kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan langsung mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana permainan yang menyenangkan.
Lingkungan taman yang luas, hijau dan dilengkapi dengan kursi-kursi taman sangat cocok sebagai pilihan rekreasi Anda sekeluarga.

Taman Lalu Lintas dibangun di salah satu taman dalam Kota Bandung yang waktu itu bernama INSULINDE PARK pada katu zaman Belanda, lalu menjadi “TAMAN NUSANTARA” yang letaknya sekitar Jalan belitung, Jalan Aceh , Jalan Sumatera dan Jalan Kalimantan dengan bantuan dan sumbangan dari berbagai lapisan masyarakat dan Instansi Pemerintah terkait, baik tingkat Pusat Jakarta maupun Daerah (Bandung/Jawa Barat). Maket Taman Lalu Lintas (TLL) dibuat dalam tahun 1955 dengan bantuan bagian Perencanaan DPU Kodya Bandung.
Upacara peletakan batu pertama pada tanggal 23 Maret 1956 mendahului pembangunan fisik dan peresmian/pembukaan dan penggunaan TLL waktu itu oleh Pengurus BKLL bersama Walikota/Pemda Kodya Bandung dan beberapa instansi terkait di Bandung maupun Pusat di Jakarta pada tanggal 1 Maret 1958. Sampai sekarang tahun 2008 usia TLL sudah berusia 50 tahun.
Sejak tahun 1960, TLL-AISN dimiliki/dikelola oleh Pengurus Yayasan TLL-AISN Bandung berdasarkan Akta Notaris tanggal 9 Juli 1960 No. 58 jo. 5 Juli 1975 No. 7.

Lihat di website resmi : http://www.tamanlalulintas-bandung.com



Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ( TAHURA ) 

Bosan dengan suasana kota yang ramai dan sumpek di akhir minggu? Anda pastinya akan mencari suasana yang berbeda dengan hari kerja. Suasana pegunungan yang tenang dan sejuk mungkin menjadi pilihan sebagian besar dari anda. Nah, jika anda berkesempatan ke Kota Bandung pada akhir minggu dan mendambakan suasana seperti itu, maka datanglah ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Tahura yang dikonsepkan menjadi daerah konservasi alam ini berada sekitar ± 7 km di sebelah utara Kota Bandung. Tahura terhampar luas mulai dari kawasan Dago Pakar hingga kawasan Lembang dan Maribaya. Sesuai dengan namanya, Tahura ini memberikan efek yang sama ketika kita berada di Kebun Raya Bogor, yang berbeda adalah pohon-pohon di Tahura tidak sebesar-besar di Kebun Raya Bogor. Di Tahura kita juga akan menjumpai beberapa tempat yang memberikan pengalaman berbeda-beda, karena kita bisa menjumpai arena bermain, gua, hingga air terjun. Jika diurut dari awal, tempat-tempat yang bisa kita kunjungi di taman hutan seluas ± 526,98 hektare ini, yaitu Curug Dago dan batu prasasti kerajaan Thailand, panggung terbuka, kolam PLTA Bengkok, monumen Ir. H. Djuanda dan pusat informasi (museum mini) tahura, taman bermain, Goa Jepang, Goa Belanda, Curug Lalay, Curug Omas Maribaya, Panorama Alam Hutan Raya, jogging track ke Maribaya, dan Patahan Lembang. Tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan biasanya adalah Goa Jepang dan Goa Belanda, karena cukup dekat dijangkau dengan berjalan kaki. Goa Jepang berada sejauh ± 600 meter dari pintu masuk Dago Pakar. Goa buatan yang dibangun pada tahun 1942 ini cukup unik karena memiliki empat pintu yang saling terhubung di dalam kecuali pada pintu kedua yang dimaksudkan sebagai pintu pengecoh. Goa milik Jepang ini dulunya dibangun oleh orang-orang Indonesia yang menjadi romusha Jepang. Goa sepanjang ± 70 meter ke dalam ini difungsikan sebagai tempat perlindungan sekaligus pusat pertahanan Jepang di Bandung utara. Di dalamnya, terdapat empat buah kamar yang dulunya dipakai istirahat panglima tentara Jepang. Untuk menelusuri ke dalam Goa ini, anda biasanya akan diminta menyewa sebuah senter seharga tiga ribu rupiah dan anda juga akan dipandu oleh pemandu. Walaupun gelap, Goa Jepang tidak terkesan angker karena Goa ini cukup bersih dan ramai dimasuki pengunjung. Setelah menjelajah Goa Jepang, empat ratus meter selanjutnya anada akan bertemu dengan Goa Belanda. Goa Belanda berukuran lebih luas dari pada Goa Jepang. Goa peninggalan Belanda yang dibangun pada 1941 ini dulu digunakan sebagai terowongan PLTA Bengkok. Kawasan Dago Pakar dianggap sangat menarik, karena selain kawasannya yang terlindung, tempat ini juga dekat dengan pusat Kota Bandung. Makanya, pada awal perang dunia II tahun 1941, Militer Hindia Belanda membangun stasiun radio telekomunikasi. Bangunan itu berupa jaringan goa di dalam perbukitan batu pasir tufaan. Saat perang memuncak, goa ini berfungsi sebagai pusat komunikasi rahasia tentara Belanda, sedangkan pada masa kemerdekaan dimanfaatkan sebagai gudang mesiu. Lokasi selanjutnya, yakni Curug Lalay, Curug Omas, dan patahan Lembang, lokasinya cukup jauh sehingga dibutuhkan kendaraan untuk mencapainya. Jika anda penasaran, tetapi tidak punya kendaraan sendiri, anda bisa naik ojek dengan ongkos Rp 20.000 bisa ditawar. Curug Lalay dan Curug Omas Maribaya kedua-duanya mengalir di Sungai Cikapundung. Namun, jika anda ingin sedikit berkeringat dan menyukai tantangan, maka disini juga tersedia jogging track untuk anda hingga ke Maribaya. Jangan lupa, jika anda ingin mengetahui lebih jauh dengan Tahura Ir. H. Djuanda, anda dapat mengunungi pusat informasinya. Disana, terdapat museum mini yang berisi sedikit kilasan sejarah Ir. H. Djuanda yang tergambar pada foto-fotonya dan beberapa peninggalan penghargaan dan medali milik beliau. Selain itu, juga terdapat profil flora dan fauna yang ada di Tahura. Di sebelah luar pusat informasi, kita akan diajak melihat patung Ir. H. Djuanda, sang Perdana Menteri pertama Republik Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya di kawasan Dago Pakar ini. Selanjutnya, Tahura juga akan mengembangkan fasilitas berupa penginapan dan konsep family outbond. Jadi, jika suatu anda dan keluarga mencari tempat yang tenang untuk refreshing, Tahura dapat menjadi alternatif utama. Aksesibilitas menuju tempat ini cukup mudah. Karena ukurannya yang luas, kawasan ini memeiliki beberapa akses masuk, yaitu pintu masuk utama di Dago Pakar, pintu masuk Kolam Pakar di PLN Ciburial, dan pintu masuk Maribaya di Lembang. Semua jenis kendaraan dapat mencapai pintu gerbang dengan kondisi jalan beraspal hotmix yang cukup baik. Tetapi, apabila anda memilih untuk naik kendaraan umum, maka pilihlah angkot yang menuju terminal Dago. Setelah berhenti di terminal Dago, anda bisa memilih untuk berjalan kaki sejauh ± 3 km atau naik ojek seharga Rp 5.000. Selanjutnya, anda akan dikenai ongkos masuk sebesar Rp 8.000 per kepala dan suasana hutan pinus yang sejuk akan menyambut anda.

Punclut Bandung


Punclut Bandung

Punclut adalah kawasan dataran tinggi yang mencapai ketinggian diatas 1000 meter dpl. Tempat ini bisa dicapai melalui Jl Cihampelas terus melewati Jl Ciumbuluit menuju arah RS Salamun.

Daerah ini menawarkan pemandangan yang luar biasa. Kita bisa melihat lanskap keseluruhan kota Bandung dari atas ketinggian. Tempat ini merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Bandung untuk berwisata di malam Minggu.

Sambil menikmati pemandangan lampu kota, pengunjung akan dimanjakan oleh pelayanan warung-warung makan lesehan yang menyajikan makanan khas Sunda.

Ada beragam menu yang bisa kita pilih seperti nasi goreng ataupun nasi timbel. Namun, menu makanan paling populer di kawasan ini adalah nasi merah kehitaman yang disajikan dalam bakul dari anyaman bambu. Lauk yang bisa dipilih pun beraneka ragam; mulai dari udang, cumi, tutut, gorengan, ayam, empal, jeroan, ikan air tawar hingga belut goreng yang sungguh menggoda selera. Disertai dengan sambal terasi lengkap dengan lalapan petai mentah dan jengkol gorengnya, lengkap sudah rasa yang ditawarkan kepada pengunjung, sungguh istim lah.

Bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati pemandangan; jagung bakar dan bandrek adalah pasangan yang wajib dicoba untuk sekedar menghangatkan badan. Maklum, dengan ketinggian lebih dari 1000 meter, hawa di kawasan ini cukup dingin sampai menusuk tulang. Jaket tebal adalah atribut yang wajib dipakai jika mengunjungi tempat ini di malam hari.

Jika ingin merasakan kenyamanan kawasan Punclut, direkomendasikan menuju kawasan ini menggunakan motor saja. Jalan yang ramai lagi sempit menyusahkan pergerakan mobil pengunjung. Apalagi di malam Minggu, tempat ini sungguh ramai.

Dua hal yang sungguh di sayangkan dari tempat ini. Pepohonan yang minim serta maraknya pendirian bangunan di kawasan ini mengancam keselamatan lingkungan perbukitan ini. Lahan di Punclut didominasi oleh ladang sayur yang rawan erosi dan tanah lonsor. Bisa dibayangkan daerah ini begitu teriknya di siang hari karena minimnya penghijauan.

Eksploitasi ekonomi pada kawasan yang konon merupakan bekas kebun teh pada jaman Belanda ini sudah melampaui ambang batas. Sungguh ironis, daerah yang sejatinya merupakan daerah resapan air bagi kota Bandung dibiarkan rusak oleh keserakahan manusia.

Maribaya Bandung


Maribaya Bandung

Maribaya Bandung adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang memiliki sumber Mata Air Panas, taman dan juga air terjun setinggi 2,5 meter. Terletak di Timur Lembang Bandung km 8 dengan ketinggiannya mencapai 1000m dpl. Maribaya menawarkan berbagai pesona alam yang sayang untuk dilewatkan dengan panorama pegunungan yang sangat sejuk dan asri. Maribaya Bandung adalah tempat wisata yang banyak yang di kunjungi oleh keluarga, khususnya pada liburan akhir minggu.

Mata air panas di Maribaya Bandung mengandung belerang yang nyaman berenang ataupun berendam. tempat yang bagus untuk menikmati keindahan matahari saat tenggelam di ufuk barat. Dari Maribaya Bandung kita bisa ke Hutan Raya Ir. H. Djuanda(Dago Pakar) dengan berjalan kaki, merupakan hamparan hutan yang luasnya 600 hektar, harga masuk hanya Rp. 8000,. Di sini kita di manjakan dengan pemandangan Goa peninggalan Belanda dan Jepang.

Maribaya Bandung dapat dibilang merupakan sebuah taman, ahli sejarah ada yang mengatakan kalau taman Maribaya ini merupakan peninggalan sejarah pada zaman Belanda dahulu, dan menurut cerita setempat Maribaya sendiri diambil dari nama seorang wanita cantik yang banyak disukai para lelaki.

Suatu yang unik yang terdapat di Maribaya Bandung yaitu adanya sumber air panas, wisatawan dapat berendam air panas di kolam yang telah di sediakan kapanpun karena pemandian air panas di Maribaya dibuka selama 24 jam, air di kolam ini mengandung kadar mineral belerang yang tinggi lho, yang dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit :).. di pemandian air panas ini selain menyediakan kolam yang di pakai bersama, ada juga kamar – kamar mandi bagi wisatawan yang ingin privasi nya tetap terjaga..

Selain ada pemandian air panas, di Maribaya Bandung terdapat beberapa air terjun seperti Curug Cikawari, Curug Cigulung, dan Curug Cikoleang, ketiga curug tersebut bersumber dari Sungai Cigulung dan Sungai Cikawari. Diantara ke tiga curug yang ada di Maribaya pengunjung biasanya bermain air di Curug Cikawari karena dasar airnya cukup dangkal sehingga tidak bahaya bermain air disekitar curug tersebut.

Banyak tamu kami yang menggunakan jasa Bandung Tour Package dari Jacktour.com ke Maribaya Bandung hanya sekedar menghabiskan waktu liburannya dengan bersantai di sekitar Maribaya Bandung untuk berpiknik bersama keluarganya. Mereka pun memanfaatkan kuda sewaan juga untuk anak – anak yang ada di sekitar Maribaya. Disamping itu terdapat pula para pedagang makanan dan souvenir – souvenir cantik sebagai oleh – oleh Bandung.

Di dekat Maribaya terdapat air terjun yang lebih besar lagi yaitu Curug Omas namun bila anda ingin melihat Curug Omas anda harus memasuki kawasan Taman Hutan Raya Juanda karena Curug Omas bukan bagian dari air terjun Maribaya.

Kebun Binatang


Kebun Binatang

Awalnya Kebun Binatang Bandung ini dikenal sebagai taman botani. Taman ini diresmikan pada tahun 1923 untuk memperingati Jubileum Ratu Wilhelmina dari Belanda, sehingga diberinama Jubilueumpark. Prasasti Jubiluempark dibangun disudut segi tiga selatan taman. Prasasti ini masih dapat dilihat dibagian belakang kebun pembibitan tanaman hias hingga tahun 1950-an. Sekarang prasasti itu telah raib entah kemana.

Nama Jubileumpark diganti menjadi Taman Sari pada tahun 1950-an. Masyarakat sekarang hanya mengenal Taman Sari sebagai nama jalan, karena taman ini sudah dianggap bagian penuh dari kebun binatang. Lokasi kebun binatang Bandung ini sangat berdekatan dengan Taman Ganesha Bandung dan Institut Teknologi Bandung.
Selanjutnya Kebun Binatang Bandung yang dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda yang artinya kebun binatang) merupakkan penggabungan 2 kebun binatang yaitu dari Cimindi dan Dago atas yang dirancang oleh Dr. W. Treffer. Penggabungan ini dimaksudkan karena kedua tempat ini sudah tidak layak lagi untuk menyimpan berbagai binatang yang semakin lama semakin banyak. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland.

Hingga kini, Kebun binatang Bandung ternyata masih menjadi tempat favorit untuk mengisi liburan disetiap tahunnya. Ratusan masyarakat yang berkunjung didominasi mereka yang memang ingin mengisi liburan sekolah bersama keluarga. Bahkan tidak tanggung-tanggung mereka yang datang ternyata sampai luar Bandung. Seperti, daerah Garut, Tasikmalaya dan Cianjur. Ramainya pengunjung yang datang tampak sedang menikmati dan melihat tingkah laku binatang satu persatu yang ada didalam kandang binatang.

Tidak cuma itu, mereka juga terlihat asyik menikmati suasana alam kebun binatang dengan membentang tikar dibawah pepohonan yang memang rindang sambil makan dan minum bersama keluarganya

Goa Belanda


Goa Belanda

Goa Belanda adalah salah satu goa di Bandung yang ada di Taman Hutan Raya Juanda selain Goa Jepang. Bila anda berwisata ke Goa Belanda anda akan mendapati pintu besi di kedua ujung terowongan Goa Belanda. Goa Belanda letaknya tidak terlalu jauh dari Goa Jepang dan sama – sama menyimpan sejarah bagi Indonesia.

Goa Belanda adalah goa yang ukurannya lebih besar dan dibangun lebih dulu dari Goa Jepang, dibangun pada masa penjajahan Belanda, dulunya Goa Belanda dibangun untuk dijadikan terowongan PLTA – Bangkok tetapi pada saat Perang Dunia Ke-II Goa Belanda berubah fungsinya menjadi Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi Militer Hindia Belanda dan setelah kemerdekaan dijadikan sebagai tempat gudang penyimpanan senjata dan gudang amunisi.

Di Goa Belanda terdapat sekitar 15 lorong dan beberapa ruangan seperti Ruang Kamar untuk tempat istirahat / tidur para Tentara Belanda, Ruang Interogasi untuk para tahanan, Penjara atau Ruang Tahanan. Terlihat di atap gua seperti bekas ada penerangan lampu dan terdapat pula seperti bekas rel roli semacam untuk pengangkutan barang atau sejenisnya. Juga dinding - dindingnya terlihat sudah pakai semen sepertinya Goa Belanda ini telah mengalami renovasi.

Walaupun harus berjalan kaki menuju Goa Belanda tetapi rasa lelah tidak terasa karena terobati dengan asrinya daerah ini, udara segar yang dihirup pun dapat menjernihkan pikiran yang biasanya penat dengan kehidupan sehari – hari, terdapat pula kera yang berjalan – jalan bebas di sekitar jalan menuju Goa Belanda..

Kampung Gajah


Kampung Gajah

Kampung Gajah atau biasa dikenal dengan nama kampung gajah Bandung adalah sebuah tempat wisata di kota Bandung atau lebih tepatnya terletak di kawasan sekitar Lembang Bandung, dengan sarana wisata, belanja dan kuliner dalam satu spot di Bandung Utara. Temukan keunikan dan sensasi wisata yang berbeda dengan atmosfer alam dan view kota Bandung yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Lokasi objek wisata Kampung Gajah bandung ini ada di Jalan Sersan Bajuri KM 3,8 (dulu namanya Century Hills) masih searah dengan Kampung Daun, Sapulidi, rumah stroberi, dan The Peak. Kalau dari arah kota Bandung ambil arah menuju terminal ledeng, dan nanti ketika sampai terminal Ledeng maka akan ada jalan ke arah kiri dengan papan reklame Kampung Gajah yang sangat besar dan akan menuntun Anda menuju tempat ini. Kalau anda tidak tahu terminal ledeng itu dimana maka sebenarnya arahnya sama ketika anda akan ke arah Lembang, melewati daerah Sukajadi Bandung lalu Universitas UPI Bandung lalu baru terminal ledeng dan kesana nya lagi adalah anda mulai memasuki daerah Lembang Bandung.

Taman Kupu - kupu


Taman Kupu - kupu

Taman Kupu-Kupu Cihanjuan Bandung berada di Jalan Cihanjuang KM 3,3 No. 58 Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Taman Kupu-Kupu ini didirikan tahun 2009. Berlibur sambil belajar? Disinilah tempatnya, Anda dapat menemukan sekitar 45 spesies kupu-kupu di taman ini. Luas keseluruhan Taman Kupu-Kupu Cihanjuang Bandung adalah 1,7 ha. Taman Kupu-Kupu buka dari jam 08.00 sampai jam 17.00, buka setiap hari. Hari senin sampai hari Jumat biasanya banyak pelajar yang berkunjung.
Keramaian pun terjadi di Taman Kupu-Kupu Cihanjuang Bandung pada hari libur. Dengan harga yang terjangkau anda pun dapat merogoh kocek seharga Rp. 10.000,. Tiket yang kita punya selain untuk masuk mengunjungi taman, tiket juga dapat ditukar untuk peminjaman topi yang digunakan untuk berkeliling tamanMelakukan pelestarian kupu-kupu merupakan tujuan utama didirikannya Taman Kupu-Kupu Cihanjuang Bandung. Selain itu taman ini bisa menambah pengetahuannya mengenai kupu-kupu yang ada di dunia. Pengunjungan ke Taman Kupu-Kupu Cihanjuan bandung, “bisa dibilang berlibur sambil belajar”.

Taman Kupu-Kupu Cihanjuang Bandung memiliki 45 spesies kupu-kupu. Spesies tersebut antara lain : helenus, Papilio demolion, Attacus atlas (sirama –rama), dan masih bnayak lagi. Spesies yang paling besara adalah spesies raja. Inonesia merupakan negara kedua setelah Brazil yang mempunyai Kupu-Kupu yang paling indah di dunia. Berawal dari telur yang ukurannya 3 mm, yang berubah menjadi hewan yang dapat membuat tubuh kita gatal yaitu ULAT. Dengan terjadinya fase ulat, hanya makan yang terjadi pada fase ini sampai terjadi fase kepongpong. Setelah fase kepongpong ini akan berubah menjadi kupu-kupu dewasa (imago). Perbedaan antara kupu-kupu jantan dan betina adalah kupu-kupu jantan memiliki corak yang indah dibandingkan dengan kupu-kupu betina. Namun sayang hupu-kupu dapat bertahan hidup selama beberapa minggu saja.

Fasilitas yang ada selain kita bisa melihat hewan yang cantik ini. Taman Kupu-Kupu Cihanjuang Bandung memiliki arena outbond untuk anak-anak dan remaja, tersedianya tempat makan dan satu lagi yaitu outlet yang menjual berbagai souvenir kupu-kupu. Souvenir dari taman Kupu-Kupu ini bisa buah tangan buat sanak sodara. Selain itu fasilitas yang tersedia antara lain gedung serbaguna yang biasa digunakan untuk pertemuan. Yang biasanya digunakan untuk pembelajaran di Taman Cihanjuang Bandung.

Kebun Strawberry Bandung



Kebun Strawberry Bandung

Kebun Strawberry Bandung menghadirkan konsep yang akan memuaskan para pengunjung yaitu Kebun ‘Strawberry Walk’ dimana pengunjung dapat memetik langsung strawberry yang diiginkan, selain adanya sistem strawberry walk di Kebun Strawberry Bandung juga biasanya menyediakan arena bermain untuk anak sehingga tempat agrowisata ini sangat tepat untuk berlibur bersama keluarga saat week-end.

Kebun Strawberry Bandung yang dapat dikunjungi di sekitar Lembang ada di kawasan;
• Cihideung (Rumah Strawberry),
• Kayu Ambon,
• Disekitar jalan menuju objek wisata Maribaya Bandung,
• Disekitar jalan menuju objek wisata Gunung Tangkuban Perahu Bandung.

Sedangkan di sekitar Ciwidey kebun strawberry nya lebih luas, terdapat di kawasan;
• Di sekitar Objek wisata Situ Patenggang Bandung,
• Jalan menuju Kawah Putih Bandung,
• Kebun Strawberry Rancabali,
• Kebun Strawberry Pasirjambu.

Di Kebun Strawberry Bandung pengunjung selain dapat memetik langsung buah dari pohonnya juga dapat membawa pulang kerumah. Buah Strawberry selain dapat dimakan langsung juga bisa diolah lagi menjadi Selai Strawberry, Ice Cream, Juice dan lain sebagainya. Di sekitaran perkebunan tersebut terdapat juga lho para penjual strawberry yang sudah dibungkus dan macam-macam makanan lain, Di kawasan Ciwidey para pengunjung dari atau diluar Bandung pasti tidak akan lengkap rasanya bila tidak berkunjung dulu ke kebun Strawberry karena strawberry sudah menjadi salah satu ciri khas daerah Ciwidey.



Observatorium Bosscha Bandung


Observatorium Bosscha Bandung

Bagi pecinta astronomi, jika ke kota bandung pasti tidak akan lengkap kalau tidak datang ke observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari plato Bandung. Bosscha merupakan salah satu peneropongan bintang terbesar di Asia Tenggara. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299.

Observatorium Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Adalah seorang Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.

Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.
Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.

Apabila anda berminat mengunjungi tempat ini, harus terlebih dahulu mendaftarkan diri / konfirmasi, baik melalui petugas tata usaha, surat, email, maupun telpon / fax.
Konfirmasi tersebut dapat dikirim dengan alamat :

Kepala Obsevatorium Bosscha FMIPA ITB
u.p. Ibu Cucu Suryati
Lembang 40391
Telepon / fax. 022 – 278 6001
Email : kunjungan@as.itb.ac.id
Situs : www.as.itb.ac.id


Ada beberapa kunjungan yang disediakan disini, yaitu :
• Kunjungan siang
• Kunjungan malam rutin
• Kunjungan malam permintaan khusus


Tapi anda perlu ingat, obsevatorium ini tidak menerima kunjungan pada :
• Hari Minggu dan hari-hari libur nasional
• Hari Senin (untuk perawatan teknis teropong dan intrumentasi)
• Seminggu sebelum dan setelah hari raya Idul Fitri
• Tanggal 30 Desember sampai dengan 3 Januari tahun berikutnya.

Apabila terdapat fenomena alam khusus / aktivitas astronomi (Astro Camp, kenampakan obyek langit tertentu) biasanya diumumkan melalui internet. HTM-nya pun hanya sekitar Rp 5.000,- s/d Rp 10.000,-

BACK